Ujian Keras menerpa JakartaRacing.com

17499097_10211752812363421_13691547731333930_n

Boleh jadi, ini menjadi ujian paling keras bagi trio pebalap tim JakartaRacing.Com. Pasalnya, 3 punggawanya yakni Yulianto Adi, Avila Bahar dan M Noor mencetak prestasi kurang menggembirakan.

Pada kualifikasi yang digelar Sabtu (25/3) siang di Sentul International Circuit, Bogor, sang pentolan tim Yulianto Adi akan start di posisi 7 kelas Rising Star. Lalu M Noor di posisi 6.

Hanya Avila Bahar yang diharapkan bisa menyodok di race day yang akan digelar pada Minggu (26/3) besok. Putra maestro balap mobil Alvin Bahar itu berhasil menyodok di posisi 2 babak kualifikasi OMR Brio 1.200 cc dan ketiga di ITCC.

Sayangnya, oktan pada Brio Avila Bahar dianggap melampaui ketentuan. “Akibatnya, Avila akan start dari posisi paling buncit karena nilai oktan dianggap terlalu tinggi oleh scruteenering. Mestinya maksimal 99.0, kandungan di bahan bakar Avila 99,2,” ujar Adi kepada mobilinanews.

Kurang mengkilapnya hasil kualifikasi di seri pembuka ISSOM ini, lanjut Adi, salah satunya karena penerapan regulasi soal ban yang diberlakukan last minute. “H-7 regulasi baru keluar dan hanya boleh produksi dalam negeri. Untungnya, OMR Honda Jazz-nya boleh ikut karena ban-nya ada SNI,” tambahnya.

Bagi Avila Bahar sendiri, yang turun di Brio 1.200 dan ITCC 1.200 hanya akan turun di kelas itu untuk seri pembuka ini saja. Selanjutnya sudah harus naik kelas pakai Honda Jazz pada seri 2 mendatang. Tahun lalu, Avila juara 2 overall Brio 1.200.

Adi berharap, dewa keberuntungan bersama dia dan tim JakartaRacing.Com pada racefday besok. “Saya berharap turun hujan. Bannya lebih ngegrip kalau trek basah dan hujan. Mudah-mudahan ya om,” ujar Adi penuh harap. (budsan)

 

 

 

sumber:mobilinanews